Neverness to Everness Rilis, Anime GTA dengan Aksi Rasa Genshin

Anime125 Views

Neverness to Everness Rilis, Anime GTA dengan Aksi Rasa Genshin Neverness to Everness akhirnya resmi dirilis global dan langsung menjadi bahan pembicaraan pemain game open world. Game garapan Hotta Studio di bawah Perfect World Games ini hadir sebagai RPG dunia terbuka bertema kota modern dengan balutan visual anime, sistem kendaraan, eksplorasi bebas, fitur sosial, serta pertarungan real time yang membuatnya sering dibandingkan dengan GTA dan Genshin Impact. Neverness to Everness resmi berjalan pada 29 April 2026 pukul 11.00 UTC plus 8 dan tersedia di Windows PC, iOS, Android, Mac, Google Play PC, PlayStation 5, serta PlayStation 5 Pro. Progress akun juga dapat dibawa lintas perangkat selama pemain masuk dengan akun yang sama dan berada di server yang sesuai.

Game Baru dari Hotta Studio Setelah Tower of Fantasy

Neverness to Everness menjadi proyek besar berikutnya dari Hotta Studio, pengembang yang sebelumnya dikenal lewat Tower of Fantasy. Kali ini, studio tersebut tidak lagi hanya membawa dunia fantasi luas dengan nuansa futuristis, tetapi membangun kota besar bernama Hethereau yang dipenuhi anomali, misteri urban, toko, jalan raya, kendaraan, dan berbagai aktivitas harian.

Secara konsep, game ini menempatkan pemain sebagai Appraiser sekaligus pemburu anomali tidak berlisensi. Pemain bergabung dengan Eibon, sebuah toko antik yang menerima permintaan penanganan kejadian aneh dari warga kota. Dari titik itu, pemain diajak menjelajahi kota, membangun hubungan dengan karakter lain, dan menghadapi makhluk atau peristiwa supernatural yang mengganggu Hethereau. Perfect World menyebut Neverness to Everness sebagai supernatural urban open world RPG yang berpusat pada kota penuh anomali.

Rilis Global untuk Banyak Platform

Peluncuran Neverness to Everness cukup besar karena langsung menyasar banyak perangkat. Pemain PC, mobile, Mac, dan PlayStation 5 dapat masuk pada hari peluncuran yang sama. Untuk game gacha open world, strategi seperti ini penting karena basis pemain tersebar di banyak perangkat.

Berdasarkan FAQ resmi, Neverness to Everness memiliki empat server, yaitu Asia, America, Europe, dan SEA. Data antarsever tidak dibagikan, sehingga pemain perlu memilih server dengan hati hati sejak awal. Untuk pemain Indonesia, server SEA biasanya menjadi pilihan yang lebih masuk akal karena jarak koneksi lebih dekat dan komunitas regional lebih mudah ditemukan.

Kenapa Disebut Mirip GTA

Perbandingan dengan GTA muncul karena Neverness to Everness tidak hanya menawarkan pertarungan, tetapi juga kehidupan kota. Pemain dapat berjalan di area urban, mengendarai kendaraan, menjelajahi toko, mengambil aktivitas sampingan, dan menikmati suasana kota yang dibuat padat dengan aktivitas.

TechRadar menyebut Neverness to Everness sebagai game open world gratis yang baru dirilis untuk PC, PlayStation 5, iOS, dan Android, dengan kota Hethereau yang bisa dijelajahi memakai kendaraan yang dapat dikustomisasi. Media tersebut juga menyoroti keberadaan wanted level, aktivitas memancing, mini game seperti Mahjong, toko dalam kota, serta mode kerja sama daring.

Ada Kendaraan dan Sistem Wanted Level

Salah satu bagian yang membuatnya dekat dengan gaya GTA adalah sistem kendaraan. Pemain dapat bergerak melintasi kota dengan mobil, bukan hanya teleport atau berjalan kaki. Kota tidak diposisikan sebagai peta kosong, tetapi sebagai ruang yang dapat dipakai untuk berkendara, mengambil misi, dan menjalankan aktivitas sampingan.

Sistem wanted level ikut memperkuat kesan tersebut. Jika pemain mengambil kendaraan secara paksa atau menyerang warga, permainan memberi hukuman melalui sistem pengejaran. Fitur seperti ini membuat Hethereau terasa memiliki aturan, bukan sekadar area bebas tanpa reaksi. TechRadar juga mencatat sistem wanted level ini menghukum tindakan seperti mengambil kendaraan milik orang lain atau menyerang pihak lain, mirip pendekatan game kriminal dunia terbuka.

Kota Bukan Hanya Tempat Bertarung

PlayStation Blog menulis bahwa Hethereau tidak hanya menjadi latar untuk pertarungan. Ada sistem City Tycoon yang memungkinkan pemain membangun bisnis, menjalankan toko, mengumpulkan aset, mengisi garasi dengan mobil, bekerja sebagai pengemudi taksi, mengambil tugas pengiriman, memancing, balapan jalanan, sampai bermain Mahjong daring.

Bagian inilah yang membuat Neverness to Everness terasa berbeda dari sebagian besar game gacha aksi. Pemain tidak hanya membuka domain, melawan musuh, lalu kembali ke menu. Ada upaya untuk membuat pemain merasa tinggal di kota, mengenal ruangnya, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang tidak selalu berhubungan dengan pertarungan.

Pertarungan yang Dekat dengan Gaya Genshin Impact

Meski sering disebut anime GTA, Neverness to Everness tetap berada dalam jalur action RPG gacha. Pemain mengumpulkan karakter, menyusun tim, memakai kemampuan unik, dan bertarung secara real time. Inilah bagian yang membuatnya sering dibandingkan dengan Genshin Impact, Wuthering Waves, atau Zenless Zone Zero.

Perbandingan dengan Genshin muncul terutama karena struktur dasarnya. Ada karakter yang dapat dikoleksi, sistem elemen atau kemampuan khusus, rotasi tim, skill, ultimate, dan misi melawan musuh besar. Bedanya, Neverness to Everness memilih latar kota modern, bukan dunia fantasi alam luas seperti Teyvat.

Aksi Real Time dengan Banyak Karakter

Dalam permainan seperti ini, pemain tidak hanya mengandalkan satu karakter. Kekuatan tim biasanya ditentukan oleh kombinasi kemampuan, pergantian karakter, dan pemakaian skill pada waktu yang tepat. Neverness to Everness juga mendorong pemain mengoleksi karakter melalui sistem gacha, walau beberapa karakter dapat diperoleh dari progres permainan.

GamesRadar mencatat Neverness to Everness tetap menjadikan combat sebagai bagian besar dari pengalaman bermain, meski game ini lebih condong ke eksplorasi kota, berkendara, dan interaksi slice of life dibanding banyak RPG gacha open world lain. Media tersebut juga menyebut game ini mendapat respons awal cukup baik, walau pemain mulai menyampaikan keluhan soal performa, karakter utama, dan opsi relasi yang terbatas.

Nuansa Pertarungan Lebih Urban

Pertarungan di Neverness to Everness terasa berbeda karena berlangsung di kota modern. Pemain tidak hanya berada di padang rumput atau reruntuhan kuno, tetapi masuk ke jalanan, bangunan, dan area urban yang disisipi ancaman supernatural. Hal ini membuat aksi terasa lebih dekat dengan anime perkotaan.

Musuh yang dihadapi juga datang dari tema anomali. Pemain bukan sekadar petualang yang mencari monster di alam liar, tetapi anggota kelompok yang menangani kejadian aneh di kota. Pilihan ini memberi warna kuat untuk membedakan game dari Genshin Impact, meski elemen gacha dan pertarungan tim tetap terasa akrab bagi pemain genre ini.

Hethereau Jadi Panggung Utama

Kota Hethereau adalah bagian paling penting dalam Neverness to Everness. Hotta Studio tampak ingin membuat kota yang tidak hanya besar, tetapi juga punya identitas visual. Bangunan tinggi, jalan malam, lampu neon, toko, apartemen, kendaraan, serta elemen supernatural dibuat menyatu dalam satu dunia.

PlayStation Blog menyebut pemain akan menjadi Appraiser yang menjalani petualangan supernatural di metropolis Hethereau. Blog resmi PlayStation juga mengungkap fitur first person perspective, sistem hangout, serta Move In Invites yang memungkinkan pemain berbagi ruang tinggal dengan karakter favorit.

Fitur First Person dan Hunian

Fitur sudut pandang orang pertama membuat pemain dapat melihat kota lebih dekat. Bagi game open world urban, fitur ini menarik karena memberi cara lain menikmati apartemen, gedung tinggi, kendaraan, dan suasana jalan.

Sistem hunian juga menjadi salah satu pembeda. Pemain dapat memilih rumah seperti penthouse atau villa, lalu mengundang karakter favorit untuk tinggal bersama. Fitur ini bukan hanya kosmetik, tetapi juga dibuat untuk memperkuat hubungan pemain dengan karakter. Dalam game gacha, kedekatan dengan karakter sering menjadi alasan kuat pemain bertahan lama.

Hangout dan Interaksi Karakter

Hangout membuat pemain dapat mengajak karakter berkendara di kota. Di atas kertas, fitur ini memberi rasa lebih personal dibanding sekadar memakai karakter dalam pertarungan. Pemain bisa melihat karakter favorit berada di luar arena tempur, ikut masuk dalam kegiatan kota, dan menjadi bagian dari rutinitas.

Arah seperti ini membuat Neverness to Everness berusaha menarik pemain yang menyukai game aksi sekaligus pemain yang menikmati interaksi karakter. Perpaduan tersebut menjadi salah satu alasan game ini ramai dibahas sejak sebelum rilis.

Kolaborasi Persona 5 dan Porsche Jadi Daya Tarik Tambahan

Neverness to Everness juga langsung membawa nama besar melalui kolaborasi. PlayStation Blog mengungkap bahwa game ini menghadirkan musik Persona 5 di radio mobil dan fitur Walkman sejak peluncuran. Hotta Studio juga menyiapkan kolaborasi Porsche yang akan membawa model Porsche ke dalam pembaruan berikutnya.

Kolaborasi ini cukup menarik karena menegaskan arah permainan. Persona 5 dekat dengan gaya urban anime, musik jazz pop yang kuat, serta nuansa kehidupan kota. Porsche memperkuat sisi kendaraan dan gaya hidup perkotaan. Dua kerja sama ini cocok dengan identitas Neverness to Everness sebagai game anime open world di kota modern.

Musik Menjadi Bagian dari Berkendara

Radio mobil dalam game urban bisa menjadi elemen penting. Saat pemain berkendara di Hethereau, musik membuat perjalanan terasa lebih hidup. Persona 5 punya basis penggemar kuat, sehingga kehadiran lagu lagunya dapat menjadi pemikat tersendiri.

Fitur Walkman yang memungkinkan pemain membawa musik dari dashboard ke jalanan juga memberi sentuhan kecil yang relevan. Pemain tidak hanya mendengar musik saat berada di mobil, tetapi bisa membawanya ketika berjalan menjelajahi kota.

Porsche Menguatkan Sisi Mobil

Kolaborasi Porsche memberi sinyal bahwa kendaraan bukan fitur tempelan. Jika Hotta Studio sampai menghadirkan mobil nyata, berarti sistem kendaraan akan menjadi bagian penting dari citra game. TechRadar juga menulis bahwa Porsche 918 Spyder sudah dikonfirmasi sebagai bagian dari kolaborasi yang akan datang.

Bagi pemain yang menyukai GTA, Need for Speed, atau game balap, sisi kendaraan ini dapat menjadi alasan mencoba Neverness to Everness. Tidak banyak game gacha anime yang memberi ruang besar pada mobil, garasi, dan aktivitas berkendara.

Sistem Gacha dan Hadiah Peluncuran

Sebagai game gratis dimainkan, Neverness to Everness memakai model gacha. Artinya, pemain dapat memperoleh karakter melalui sistem undian memakai mata uang dalam game. Model ini sudah umum pada game seperti Genshin Impact, Honkai Star Rail, Wuthering Waves, dan banyak game mobile RPG lain.

Perfect World menyebut versi 1.0 memberi lebih dari 120 pull hanya dengan bermain sejak awal, dan pemain dapat memperoleh lebih dari 470 pull dari hadiah serta progres permainan. Pemain juga mendapat karakter S Class gratis dan S Class Arcs sebagai bagian dari hadiah peluncuran.

Respons Pengembang Setelah Masukan Pemain

Setelah rilis, pengembang juga memberi tambahan hadiah untuk merespons masukan pemain awal. GamesRadar melaporkan pemain versi 1.0 yang membuka fitur in game mail akan mendapat 1.600 Annulith pada 30 April dan selector karakter S Class standar pada 3 Mei. Hadiah ini diberikan setelah tim menerima banyak masukan dari pemain global sejak server dibuka.

Langkah ini penting karena game gacha sangat bergantung pada kesan awal. Jika pemain merasa hadiah peluncuran terlalu pelit, performa kurang stabil, atau sistem terlalu berat, komunitas bisa cepat memberi kritik. Dengan tambahan hadiah, Hotta Studio terlihat mencoba menjaga kepercayaan pemain sejak minggu pertama.

Performa dan Spesifikasi Perangkat

Neverness to Everness memakai Unreal Engine 5, sehingga visualnya lebih ambisius dibanding banyak game mobile biasa. Namun, teknologi tersebut juga membawa kebutuhan perangkat yang cukup tinggi, terutama untuk PC dan ponsel.

FAQ resmi mencantumkan spesifikasi minimum PC berupa Intel Core i7 10700 dengan NVIDIA GeForce GTX 1660 atau AMD Radeon RX 5600. Untuk rekomendasi, PC disarankan memakai Intel Core i7 12700 atau lebih tinggi dengan RTX 3060 atau AMD Radeon RX 6700. Di mobile, perangkat minimum mencakup Snapdragon 855 atau MediaTek Dimensity 8000, sedangkan rekomendasi menyebut Snapdragon 8 Gen 2, Snapdragon 8 Gen 3, atau Dimensity 9200.

Ruang Penyimpanan Cukup Besar

Pemain PC perlu menyiapkan setidaknya 60 GB ruang kosong, bahkan ada kebutuhan tambahan sementara sebesar 60 GB saat proses ekstraksi file. Untuk iOS dan Android, ruang penyimpanan yang dibutuhkan minimal 20 GB.

Ukuran ini menunjukkan Neverness to Everness bukan game kecil. Pemain mobile dengan ponsel penyimpanan 128 GB perlu membersihkan ruang cukup besar sebelum mengunduh. Sementara pemain PC perlu memastikan SSD masih lega agar proses instalasi tidak terganggu.

PS5 dan PS5 Pro Dapat Fitur Khusus

Versi PlayStation 5 menjadi salah satu sorotan karena game ini hadir gratis di konsol tersebut. PlayStation Blog juga menyebut adanya peningkatan untuk PS5 Pro, mode baru, dan opsi sudut pandang orang pertama.

Kehadiran di PS5 memberi peluang besar bagi game ini menjangkau pemain konsol yang ingin mencoba RPG gacha open world tanpa harus bermain di ponsel. Bagi pemain yang kurang nyaman dengan kontrol layar sentuh, versi konsol dan PC bisa menjadi pilihan lebih enak.

Tabel Fitur Neverness to Everness

Berikut gambaran fitur utama Neverness to Everness yang membuatnya ramai dibicarakan setelah rilis global.

BagianKeterangan
PengembangHotta Studio
PenerbitPerfect World Games
GenreRPG open world urban supernatural
Tanggal rilis global29 April 2026
PlatformWindows PC, iOS, Android, Mac, Google Play PC, PlayStation 5, PlayStation 5 Pro
Kota utamaHethereau
Model bisnisGratis dimainkan dengan sistem gacha
Ciri mirip GTAKota luas, kendaraan, wanted level, aktivitas sampingan
Ciri mirip Genshin ImpactKoleksi karakter, tim, skill, pertarungan real time
Fitur sosialHangout, Move In, hunian, relasi karakter
Aktivitas tambahanMemancing, Mahjong, pengiriman, taksi, balapan jalanan
KolaborasiPersona 5 sejak peluncuran, Porsche dalam pembaruan berikutnya

Bukan Sekadar Kloning GTA atau Genshin

Walau mudah disebut mirip GTA dan Genshin Impact, Neverness to Everness tidak bisa dibaca hanya sebagai tiruan. Game ini mengambil banyak unsur yang sedang populer, lalu menyatukannya dalam paket urban anime. Ada kota bebas seperti GTA, gacha karakter seperti Genshin, aksi cepat seperti RPG modern, serta fitur hidup harian yang dekat dengan simulasi sosial.

Tantangannya ada pada eksekusi. Banyak game besar terlihat menarik saat trailer, tetapi sulit menjaga kualitas setelah pemain masuk ratusan jam. Neverness to Everness harus membuktikan bahwa kota Hethereau tidak hanya cantik, tetapi juga punya aktivitas yang terus terasa bernilai.

Pujian dan Keluhan Awal Mulai Muncul

Respons awal cukup ramai. GamesRadar mencatat game ini sudah meraih lebih dari 1 juta unduhan di Google Play dan rating awal yang cukup baik di Google Play, App Store, dan PS5. Namun, laporan yang sama juga menyinggung keluhan seperti performa menurun, tokoh utama yang terasa datar, opsi relasi yang terbatas, dan cerita yang bergerak agak berliku.

Keluhan seperti ini wajar muncul pada game online baru. Yang akan menentukan reputasinya adalah kecepatan pengembang memperbaiki bug, menata kualitas server, memperhalus kontrol, dan menjaga hadiah agar pemain gratis tetap merasa dihargai.

Posisi Neverness to Everness di Tengah Game Gacha 2026

Tahun 2026 menjadi masa yang padat untuk game gacha dan open world. Pemain sudah punya banyak pembanding, mulai dari Genshin Impact, Honkai Star Rail, Zenless Zone Zero, Wuthering Waves, sampai Arknights Endfield. Dalam situasi seperti ini, Neverness to Everness harus memiliki alasan kuat agar pemain mau membagi waktu.

Keunggulan terbesarnya ada pada kota. Tidak banyak game gacha yang benar benar memberi pengalaman urban open world dengan kendaraan, bisnis, hunian, dan kegiatan sehari hari. Jika Hethereau terus diperluas dan aktivitasnya dibuat lebih menarik, game ini bisa punya tempat berbeda.

Pemain GTA Mungkin Tertarik karena Kota

Pemain yang menyukai GTA mungkin tertarik mencoba karena ada kendaraan, wanted level, dan kebebasan bergerak di kota. Namun, mereka perlu paham bahwa Neverness to Everness tetap RPG anime gacha, bukan game kriminal realistis. Fokusnya bukan perampokan besar atau satire sosial, melainkan petualangan supernatural dan koleksi karakter.

Karena itu, pemain GTA yang tidak suka gacha mungkin perlu menyesuaikan harapan. Sebaliknya, pemain gacha yang ingin kota lebih hidup kemungkinan lebih mudah menerima gaya Neverness to Everness.

Pemain Genshin Mungkin Tertarik karena Karakter dan Combat

Pemain Genshin Impact akan lebih cepat memahami struktur koleksi karakter, tim, skill, dan resource. Namun, ritme Neverness to Everness berbeda karena latarnya kota modern dan aktivitasnya banyak berputar pada kendaraan serta interaksi urban.

Jika pertarungan terus diperbaiki, game ini bisa menarik pemain yang ingin action RPG gacha dengan suasana baru. Kota Hethereau memberi rasa yang cukup jauh dari peta alam luas, sehingga pemain tidak merasa mengulang pengalaman yang sama.

Hal yang Perlu Diperhatikan Pemain Baru

Pemain baru sebaiknya memilih server dengan benar sejak awal karena progres tidak dibagikan antarsever. Pemain Indonesia lebih aman memilih SEA jika ingin koneksi lebih stabil dan peluang bertemu komunitas regional lebih besar. Pastikan juga perangkat memenuhi syarat minimum agar pengalaman bermain tidak terganggu.

Jangan langsung menghabiskan semua mata uang gacha di hari pertama. Pelajari karakter gratis, pahami sistem pertarungan, dan tunggu panduan komunitas yang lebih matang. Karena game baru dirilis, daftar karakter terbaik dan strategi efisien masih akan berubah setelah pemain mencoba konten lebih jauh.

Unduh dari Kanal Resmi

Neverness to Everness tersedia melalui kanal resmi masing masing platform. FAQ resmi menyebut pemain PC, App Store, dan Google Play dapat mengunduh dari tautan resmi, sementara pengguna Mac dan PlayStation 5 dapat mencari NTE di storefront platform.

Mengunduh dari kanal resmi penting untuk menghindari file palsu, akun bermasalah, atau risiko keamanan. Game baru yang sedang ramai sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan installer tidak resmi.

Game Ini Cocok untuk Pemain yang Suka Banyak Aktivitas

Neverness to Everness tampak cocok untuk pemain yang ingin game gacha dengan banyak kegiatan di luar pertarungan. Ada eksplorasi kota, kendaraan, bisnis, rumah, interaksi karakter, mini game, dan mode kerja sama. Pemain yang hanya mencari combat murni mungkin akan menilai beberapa aktivitas terasa terlalu menyebar.

Namun, bagi pemain yang ingin merasakan kota anime yang bisa ditinggali, bukan sekadar arena misi, Neverness to Everness menawarkan bahan yang kuat. Rilis globalnya baru dimulai, dan kualitasnya akan semakin terlihat setelah pembaruan awal, perbaikan performa, serta konten versi 1.0 berjalan penuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *